BOJONEGORO – Kabarnews.net//Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (LSM PIPRB) menunjukkan taringnya dalam mengawal transparansi anggaran negara.
Meski diwarnai upaya intervensi dan ancaman dari oknum yang mengaku jurnalis, tim LSM PIPRB sukses melaksanakan pengambilan sampel pada proyek jalan rigid beton (cor) di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Sabtu (14/03/2026).
Proyek jalan yang dibiayai melalui dana Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) yang menghabiskan anggaran 1,1 milyar dari APBD Kabupaten Bojonegoro ini menjadi sorotan karena adanya dinamika tak terduga di lapangan sebelum pengambilan sampel dilakukan.
Ketua Umum LSM PIPRB, Manan, membeberkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialami timnya. Ia mengaku sempat diintervensi oleh seorang oknum jurnalis yang mencoba menghalangi kegiatan tersebut dengan alasan yang tidak jelas.
“Dia (oknum jurnalis) mengaku katanya ada keponakannya di Desa Sidomukti. Apa alasannya? Kenapa dia mencoba mencegah kami dengan cara-cara yang samar? Ini sangat aneh bagi seorang jurnalis yang seharusnya mendukung keterbukaan informasi,” ungkap Manan heran.
Tak berhenti di situ, Manan menambahkan bahwa rekan kerjanya juga sempat ditakut-takuti melalui sambungan telepon. Oknum jurnalis yang lain melontarkan ancaman bahwa akan ada anggota yang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lokasi kegiatan.
“Rekan saya ditakut-takuti lewat telepon, katanya di Desa Sidomukti akan ada anggota yang melakukan OTT. Upaya menakut-nakuti ini tidak akan menyurutkan langkah kami dalam menjalankan fungsi kontrol sosial,” tegasnya.
Berbanding terbalik dengan tekanan dari oknum luar, masyarakat Desa Sidomukti justru memberikan dukungan penuh. Ketua RW Dusun Baru, Sucipto, hadir langsung di lokasi beserta sejumlah warga yang antusias mendampingi tim.
Beberapa warga bahkan ikut merekam video proses pengambilan sampel sebagai bukti transparansi dan dukungan terhadap mutu pembangunan di desa mereka.
Secara teknis, pengambilan sampel material beton ini dikawal ketat oleh Kusriyanto, ST, dari tim ahli LSM PIPRB guna memastikan prosedur teknis berjalan sesuai standar konstruksi yang benar.
Sebagai langkah konkret, sampel material yang telah diambil tersebut akan diuji secara profesional untuk mengetahui spesifikasi dan kualitas beton yang digunakan.
“Insyaallah, hari Senin besok sampel ini akan langsung kami bawa ke Laboratorium Universitas Bojonegoro (Unigoro) Kami ingin memastikan bahwa proyek dari uang rakyat ini dikerjakan dengan kualitas yang semestinya,” tutup Manan. (Red)
