HomeIndeks

Proyek Miliaran Stadion Bojonegoro Diduga Janggal: Lapangan Bergelombang, Kadispora Dalihkan RAB

Oplus_131072

BOJONEGORO – Kabarnews.net // Pelaksanaan proyek rehabilitasi fasilitas olahraga outdoor di Stadion Bojonegoro tengah berada di bawah radar publik. Meski menelan anggaran fantastis mencapai hampir Rp1,8 miliar, hasil pengerjaan di lapangan dinilai tidak fungsional dan memicu tanda tanya besar terkait efektivitas perencanaan anggarannya.

Proyek yang memiliki nama resmi “Pembangunan Gedung Kantor Tidak Sederhana (Rehab Fasilitas Olahraga Outdoor Stadion)” ini dikerjakan oleh pelaksana CV Mulya Jaya Prima yang beralamat di Jl. Masjid No. 384, Balenrejo.

Proyek ini dibiayai oleh APBD Tahun 2025 dengan nilai pagu Rp1.932.327.516 dan harga terkoreksi sebesar Rp1.794.392.463.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ditemukan kejanggalan yang mencolok.

 

Di satu sisi, fasilitas seperti lapangan dan jaring pembatas (paranet) untuk badminton sudah tersedia. Namun di sisi lain, fasilitas utama yakni lapangan futsal justru dalam kondisi buruk dan tidak layak guna.

Kondisi ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Bojonegoro, Arif Nanang Sugianto. Saat dikonfirmasi pada Rabu (08/04/2026), Arif mengklaim bahwa secara kontrak, pekerjaan tersebut telah rampung sepenuhnya.

 

Sudah selesai, Mas,” ujar Arif singkat.

 

Namun, saat didesak mengenai keluhan warga terkait kondisi lapangan yang tidak rata dan ketiadaan lampu, Arif memberikan jawaban yang mengejutkan. Ia berdalih bahwa dua elemen vital tersebut memang sengaja tidak dimasukkan dalam rencana kerja awal.

 

Untuk lapangannya memang masih bergelombang, karena yang kemarin tidak termasuk lapangannya. Penerangan juga tidak termasuk, Mas. Tidak masuk di perencanaan awal, tidak masuk RAB (Rencana Anggaran Biaya),” jelasnya.

Pernyataan Kadispora tersebut memicu reaksi keras dari Ketua LSM PIPRB (Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro) yang beralamat di Jalan Kapten Rameli Lorong 5 Ledok Wetan Bojonegoro, Manan. Ia menilai alasan

tidak masuk akal di orang yang cerdas dan waras, apabila tidak masuk RAB” sangat tidak logis untuk proyek rehabilitasi fasilitas olahraga yang menelan dana hampir Rp1,8 miliar. Ini sangat janggal. Jika judulnya rehabilitasi fasilitas olahraga outdoor, bagaimana mungkin elemen paling dasar seperti permukaan lapangan dan lampu penerangan justru tidak masuk perencanaan ? Lalu, anggaran miliaran itu sebenarnya dialokasikan untuk apa saja ? Coba beberkan saja RABnya secara terbuka kalau memang tidak masuk RAB, berani gak…? Kalau gak berani, kami meyakini itu berbohong !” cetus Manan dengan nada kritis.

 

Manan menambahkan bahwa keberadaan lapangan badminton dan paranet yang sudah ada di lokasi justru menambah kecurigaan warga mengenai prioritas pengerjaan.

 

Kalau memungkinkan hal tersebut kami adukan ke BPK RI perwakilan provinsi Jawa Timur, biar di audit Investigasi” tegas Mbah Manan sapaan akrabnya.

 

Warga bertanya-tanya, kenapa fasilitas pendukung yang tidak mendesak justru ada, sementara lapangan inti dibiarkan bergelombang dan gelap? Kami menduga ada ketidakberesan dalam penyusunan RAB. Kami akan terus mengawal ini agar azas manfaat uang rakyat tidak terbuang sia-sia untuk proyek yang setengah jadi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Bojonegoro mendesak adanya transparansi rincian RAB dari proyek tersebut. Publik berharap pihak Inspektorat maupun dinas terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan teknis di balik pengabaian kualitas lapangan dan lampu penerangan yang menjadi kebutuhan utama para pengguna fasilitas olahraga di stadion tersebut. (Red)

Exit mobile version