HomeIndeks

Apresiasi Guru Non-PNS, Majelis Dikdasmen PDM Bojonegoro Salurkan Bisyaroh dan Bingkisan

BOJONEGORO – Kabarnews.net// Bertempat di Gedung Aula Taqwa, Rabu (18/3/2026), Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro menyalurkan Bantuan Insentif (Bisyaroh) bagi guru non-sertifikasi dan non-PNS di wilayah Ibukota Bojonegoro.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua PDM Bojonegoro, Bapak Mustajid, S.Ag., serta Ketua TP PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Cantika Wahono. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini mempertegas dukungan pemerintah dan organisasi terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.

Dalam sambutannya, Bapak Mustajid menekankan bahwa insentif ini merupakan bentuk apresiasi nyata atas dedikasi para guru yang mengajar di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Beliau menggarisbawahi bahwa peran guru sangat krusial dalam membentuk karakter bangsa.

“Gaji guru harus dinaikkan ke standar yang lebih baik, karena peran guru sangat penting dalam menanamkan Akhlakul Karimah, kejujuran, dan kedisiplinan pada generasi muda,” tegas Bapak Mustajid.

Setiap guru menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000 yang disertai dengan paket bingkisan khusus dari Ibu Cantika Wahono. Pembagian dilakukan secara langsung dan transparan guna menjaga kepercayaan serta memastikan bantuan tepat sasaran kepada para pejuang pendidikan tersebut.

Mewakili Pemerintah Kabupaten, Ibu Cantika Wahono menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bapak Bupati. Beliau juga memberikan harapan segar bagi para guru terkait keberlanjutan program ini di masa depan.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk pengurus Muhammadiyah. Upaya yang sudah berjalan sejak 2010 ini luar biasa. Insya Allah di tahun 2027, mudah-mudahan nilai Bisyaroh-nya bisa bertambah,” ujar Ibu Cantika.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan rumah dalam mendidik anak:

Misi Utama: Pendidikan adalah prioritas nomor satu.

Peran Ibu: Pembangunan karakter tidak hanya di sekolah, tapi dimulai dari keluarga di mana ibu adalah pendidik utama.

Kekuatan Sinergi: Dengan keselarasan program antara pemerintah dan organisasi, Bojonegoro akan menjadi lebih kuat.
Menutup kegiatan di bulan Ramadan ini, Ibu Cantika berharap agar para guru tetap semangat menghadapi tantangan masa depan.

“Semoga kita semua mendapat keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya. (Him/Red)

Exit mobile version