HomeIndeks

Cipta Sejarah!!!Suarakan 20 Tuntutan, Gerakan Pejuang Gayatri Gelar Aksi Damai

Kabarnews.net, Tulungagung – Pada 11 September 2025, ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Pejuang Gayatri mengadakan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Tulungagung.
Kamis,11/9/2025.

Aksi ini menyuarakan 20 tuntutan rakyat yang mencakup berbagai isu, mulai dari hukum, ekonomi, birokrasi, hingga lingkungan dan sosial budaya.

​Berikut adalah poin-poin utama dari tuntutan tersebut:
​Tuntutan Utama
​Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi: Massa mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi.

​Lingkungan Hidup: Mereka menuntut penghentian aktivitas galian C ilegal yang merusak ekosistem dan membahayakan warga.

​Pertanian dan Agraria: Aksi ini menyoroti alih fungsi Lahan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) yang mengancam ketahanan pangan. Mereka juga mendesak penyelesaian kasus Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Desa Ngepoh yang disebut-sebut dikuasai oleh pihak yang tidak berhak.

​Birokrasi dan Tata Kelola: Massa meminta pembubaran Dewan Pengawas (Dewas) RSUD dr. Iskak karena dianggap tidak sah dan bermasalah. Mereka juga menuntut transparansi anggaran, penghapusan pungutan liar, dan rekrutmen aparatur negara yang berdasarkan meritokrasi.

​Ekonomi Kerakyatan: Tuntutan ini fokus pada penguatan UMKM, petani, dan nelayan melalui pemberian modal murah serta stabilisasi harga bahan pokok.

​Sosial dan Budaya: Pejuang Gayatri mendesak pelestarian kearifan lokal, penolakan diskriminasi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.

​Aksi yang berlangsung damai ini dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, dan Dandim Tulungagung.

Ahmad Dardiri, sebagai orator utama, menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata dari suara rakyat yang harus didengar dan ditindaklanjuti. Massa juga meminta Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, untuk meneruskan tuntutan ini ke pemerintah pusat.

​Aksi ditutup dengan janji Gerakan Pejuang Gayatri untuk kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak diwujudkan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
(red)

Exit mobile version