-


Pergantian PLT Kepala Sekolah Dilakukan Serentak di Enam SD Kecamatan Bandun.g kabarnews.net,
- BandungTulungagung – Sebanyak enam Sekolah Dasar (SD) di lingkungan UPASP Kecamatan Bandung mengalami pergantian pejabat Pelaksana Tugas Kepala Sekolah (PLT KS) secara serentak. Pergantian ini berlaku efektif mulai tanggal 1 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026.Pergantian ini dilaksanakan dikarenakan para pejabat PLT yang lama telah menjalankan tugasnya selama dua periode berturut-turut. Di sisi lain, hingga saat ini jabatan Kepala Sekolah belum dapat diisi oleh pejabat definitif, sehingga penunjukan PLT baru menjadi langkah yang harus diambil untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan.Enam satuan pendidikan yang mengalami pergantian kepemimpinan adalah sebagai berikut:1. SDN 1 Bandung: HARTATAIK RINI, S.Pd., M.Pd digantikan oleh SAMSURI, S.Pd., MM
2. SDN 1 Talunkulon: AGUNG NUGROHO, S.Pd digantikan oleh TITIK PURWANTI, S.Pd
3. SDN 2 Bantengan: ROFI’I, S.Ag digantikan oleh GUNAWAN, S.Pd
4. SDN Suruhanlor: PURWANTO, S.Pd digantikan oleh MULYANI, S.Pd
5. SDN 2 Kesambi: NASRUDIN PURWANTO, S.Pd digantikan oleh ESROK ATUSHOLEKAH, S.Pd
6. SDN 4 Ngunggahan: IKA SUSANA, S.Pd digantikan oleh SUTRIONO, S.Pd., MMProses serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung pada tanggal 2 Juni 2026, dilaksanakan setelah jam pembelajaran berakhir. Kegiatan ini akan diselenggarakan secara sederhana dalam forum Rapat Dinas di masing-masing sekolah, dengan menghadirkan para guru dan pengurus Komite Sekolah. Penjadwalan ini disesuaikan agar tidak mengganggu pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun yang sedang berlangsung.Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil)Upaspkecamatam Bandung,Hj.Lilik Suprapti , .S.pd memberikan pesan agar seluruh rangkaian acara berjalan sederhana dan tidak membebani pihak sekolah maupun warga sekolah. Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para PLT lama atas seluruh pengabdian dan kinerja yang telah diberikan selama memimpin, serta mengucapkan selamat bertugas kepada para pemimpin baru.Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Bandung , Dwiyono.S.pd.menyampaikan harapan agar pihak yang berwenang segera.mengisi kekosongan jabatan ini dengan pejabat definitif. Menurutnya, hal ini sangat penting agar pimpinan sekolah dapat berkonsentrasi penuh pada satu satuan pendidikan saja, sehingga pelayanan pendidikan kepada siswa dapat berjalan lebih maksimal dan terarah.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua K3S Purwanto.S.pdyang menyoroti dampak seringnya pergantian pimpinan. Beliau mengungkapkan bahwa kondisi belum adanya pejabat definitif membuat tata kelola sekolah menjadi kurang stabil. Lebih jauh, pergantian pimpinan berulang kali menambah beban berat bagi Petugas Operasional Sekolah (OPS), yang notabene adalah guru dengan tugas tambahan sebagai tenaga admin. OPS harus mengurus ulang dokumen penting seperti administrasi BOS ke bank, sistem SIPLAH, hingga data kepegawaian, yang sering kali terkendala masalah teknis. Oleh karenanya, kehadiran pejabat definitif sangat dinantikan demi efektivitas kerja sekolah dan kenyamanan seluruh (Tim-red)










