Kabarnews.net ,TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan beberapa jajaran terkait melakukan penanaman Rumput Vetiver di Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan. Ada sebanyak 25 ribu bibit Rumput Vetiver yang ditanam dengan tujuan mitigasi bencana tanah longsor dan banjir.
Desa Bendoroto sendiri memiliki kerawanan bencana tanah longsor dan banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi. Hal ini diakibatkan arus air sungai Pagar Gunung yang cukup deras. Aliran sungai juga sering berpindah-pindah dan karena derasnya membawa material batu dan pasir.
Untuk mencegah dan mengurangi ancaman bencana ini, dilakukan penanaman Rumput Vertiveyr karena akarnya dipercaya tumbuh panjang hingga mencapai 5 meter mengikat tanah.
Bupati Trenggalek usai melakukan penanaman menuturkan “jadi bagian dari 1, mengurangi resiko bencanadan mitigasi. Kita bagi ke Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Ada yang di Bendoroto, kemudian Suruh, Tugu dan yang lain. Banyak tempat, total sebanyak 25 ribu bibit Rumput Vetiver,” katanya.
Kenapa dipilih Vetiver, karena tanaman ini mudah hidup dan dibatuan saja dia bisa hidup. Terus akarnya juga bisa 5 meter ke bawah. Jadi harapannya nanti bisa m mperkuat tebing juga. Karena ini simbolisnya ditanam di pinggir sungai, maka nanti juga ditanam di tebing yang selama ini rawan longsor. Kita tahu Bendoroto, kita sering ketemu Mbah Lurah bukan datang acara. Datangnya karena ada bencana. “Makanya ini mitigasi, mumpung juga air sedang banyak. Pas waktunya untuk nanam,” tandas Mas Ipin.
Sementara itu Ahmad Kusairi, Kades Bendoroto, saat penanaman rumput ini menambahkan, “pertama saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Trenggalek yang telah melakukan penanaman secara simbolis Rumput Vetiver di Bendoroto. Terima kasih juga kepada pihak LMDH Bendoroto yang menyediakan tempatnya untuk ditanam rumput ini,” katanya.
Harapannya dengan penanaman rumput ini, lanjut kepala desa ini, “kedepannya Desa Bendoroto menjadi aman dari ancaman bencana alam yang selama ini menghantui dan masyarakatnya bisa nyaman tinggal. Itu harapan kami,” imbuh Kusairi.
Untuk kerawanan bencana, Kades Bendoroto menjelaskan, paling utama adalah bencana banjir. Selanjutnya tanah longsor karena wilayahnya dilewati sungai yang arusnya sangat deras sekali. Lebih-lebih posisi sungai sering berpindah-pindah, mengakibatkan material di daratan sungai menjadi labil.
Ketika ada banjir besar material yang ada terbawa banjir. Harapannya dengan penanaman Rumput Vetiver nanti akan mengurangi dampak bencana karena material daratan dapat terikat akar dari Vetiver yang konon katanya bisa mencapai 5 meter. (red)
Mitigasi Bencana, Mas Ipin Tanam 25 Ribu Rumput Vetiver di Desa Bendoroto, Munjungan
