Breaking News
Menjelang puncak peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Bupati menggelar tradisi jamasan pusaka Jelang puncak peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Bupati menggelar tradisi jamasan pusaka Plt Kepala DPMD Tulungagung Bersama Forkopimcam Besuki Hadiri Pelantikan Kasi Kesejahteraan Desa Tanggul Kundung, Berjalan Sukses Fokus Dana Desa Sukoanyar 2026: 21% Ditujukan Tekan Angka Stunting, Total Anggaran Rp 284 Juta Anggaran APBDesa Sukoanyar 2026 Tembus Rp 1 Miliar, Fokus Layanan Pembangunan dan Pemberdayaan Warga TULUNGAGUNG — Pemerintah Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, secara resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran mencapai Rp 1.076.260.301. Infografik anggaran ini telah dipublikasikan secara terbuka dan disusun berdasarkan Peraturan Desa Nomor 10 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 31 Desember 2025. Dari sisi pendapatan, sumber terbesar berasal dari Alokasi Dana Desa (APBD) sebesar Rp 443.636.000, disusul Dana Desa (APBN) Rp 284.092.000, serta Pendapatan Asli Desa Rp 300.850.000. Sementara itu, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi menyumbang Rp 46.682.301 serta pendapatan lain-lain sebesar Rp 1.000.000. Pos Bantuan Keuangan pada tahun ini tercatat nihil. Secara keseluruhan belanja desa dialokasikan untuk lima urusan utama. Sebesar 76% atau Rp 815.821.794 diperuntukkan bagi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Selanjutnya, Pelaksanaan Pembangunan Desa mendapat porsi 17% senilai Rp 179.850.000, Pembinaan Kemasyarakatan 7% senilai Rp 74.967.000, Pemberdayaan Masyarakat Desa 2,3% senilai Rp 24.900.000, serta Penanggulangan Bencana, Darurat dan Mendesak 1,3% senilai Rp 14.400.000. Pemerintah Desa juga melengkapi informasi ini dengan menampilkan nama-nama pelaksana kegiatan, tim pengelola kegiatan, serta nomor kontak pengaduan yang dapat dihubungi oleh seluruh warga masyarakat. Langkah ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa agar dapat dipantau dan diawasi secara langsung oleh masyarakat. Melalui situs resmi desa http://sukoanyar.tulungagungdesa.id, warga juga dapat mengakses berbagai informasi terkait pelaksanaan anggaran guna memastikan setiap rupiah yang dikelola benar-benar digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan warga Desa Sukoanyar.

Menjelang puncak peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Bupati menggelar tradisi jamasan pusaka

  • Menjelang puncak peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Bupati menggelar tradisi jamasan pusaka. Seluruh pusaka “piyandel” kabupaten dirawat dengan cara dicuci dan dibersihkan.
    Terdapat puluhan pusaka yang dilakukan pembersihan, antara lain Tombak Kyai Wignyo Murti, Songsong Hayom Sih, Tombak Kyai Korowelang 1, Tombak Kyai Korowelang 2, Tombak Kyai Korowelang 3, Tombak Kyai Korowelang 4.

    Tombak Biring Kamulan 1, Tombak Biring Kamulan 2, Pataka Parasamya Praja Nugraha, Pataka Jwalita Praja Karana, Songsong Tunggul Naga, Songsong Tunggul Praja. Tidak hanya itu 2 Gong dari gamelan yang dimiliki Pendopo Trenggalek, Prasasti Kamulan hingga pusaka pemberian Sultan Hamengkubuwono X
    Jamasan pusaka hari ini cukup komplit, semua pusaka. Kalau dulu di tradisi Mataram itu atau kerajaan-kerajaan ada pusaka untuk pembelaan diri, ada yang menjaga secara spiritual,” kata M Nur Arifin, Minggu (30/8/2026).

    Jamasan pusaka hari ini cukup komplit, semua pusaka. Kalau dulu di tradisi Mataram itu atau kerajaan-kerajaan ada pusaka untuk pembelaan diri, ada yang menjaga secara spiritual,” kata M Nur Arifin, Minggu (30/8/2026).

    Jamasan merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga warisan para pendahulu. Pihaknya berharap pusaka tersebut tetap lestari.

    Sebelumnya Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin juga menggelar ziarah ke sejumlah makam sesepuh Trenggalek, termasuk makam para bupati yang pernah memimpin.

    Beberapa makam yang dikunjungi Bupati dan pimpinan daerah di antaranya makam Menak Sopal di Kelurahan Ngantru, makam Mbah Kawak di pemakaman Setono Galek, kemudian komplek pemakaman Setono Gedong yang berada di Kelurahan Ngantru. Di tempat ini dimakamkan beberapa tokoh besar Trenggalek, salah satunya Bupati Trenggalek pertama Raden Doemotaroen
    Rutin menjelang hari jadi, kita menghormati jasa para pendahulu. Semua bupati-bupati sebelum kita, semuanya punya jasa dan semoga hal hal baik yang sudah dikerjakan bisa kita teruskan,” kata Arifin.

    Selanjutnya, Bupati juga berziarah ke makam Kanjeng Jimat (Mangun Negoro) yang berada di kompleks makam Margo Ayu, Desa Ngulankulon, Kecamatan Pogalan. Kemudian ke makam Girilaya Kamulyan, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan dan ziarah ke makam Girimulyo Desa Sumber, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Di komplek pemakaman ini dimakamkan Adipati Widjoyo Kusumo Bupati Trenggalek yang menjabat tahun 1894 sampai dengan 1904.

    “Jangan lupakan sejarah,” ujarnya.

    Menurutnya ziarah makam leluhur dan pendahulu Bupati Trenggalek dinilai cukup penting karena perjalanan Kabupaten Trenggalek tidak pernah lepas dari peran serta para pemimpin yang telah mendahului.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *