TULUNGAGUNG,Kabarnews.net – Keberlanjutan roda pemerintahan di Desa Gandong, Kecamatan Bandung, kini memasuki babak baru. Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., hadir langsung untuk melantik dan mengambil sumpah jabatan Atik Susanti sebagai Kepala Desa Antar Waktu (PAW) pada Selasa (31/3/2026).
Acara yang dipusatkan di Balai Desa Gandong tersebut tidak hanya melantik pimpinan desa, tetapi juga meresmikan Lianah sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Desa Gandong. Momentum ini dipandang strategis untuk mempercepat akselerasi pembangunan di wilayah tersebut.
Sinergi dan Konsolidasi Menjadi Prioritas
Dalam arahannya, Bupati Gatut Sunu menekankan pentingnya stabilitas internal pasca-pelantikan. Mengingat jabatan ini merupakan Pergantian Antar Waktu (PAW), efektivitas waktu kerja menjadi tantangan utama.
”Saya minta Kepala Desa yang baru segera melakukan konsolidasi internal. Rangkul kembali seluruh elemen masyarakat, hilangkan sekat-sekat perbedaan, dan fokus pada pelayanan publik yang transparan,” tegas Bupati.
Beliau juga menitipkan pesan khusus kepada Ketua TP PKK Desa Gandong, Lianah, untuk menjadi garda terdepan dalam isu-isu krusial seperti:
Penurunan angka stunting.
Pemberdayaan ekonomi perempuan.
Peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui sinergi dengan program pemerintah daerah.
Kehadiran Tokoh dan Soliditas Wilayah
Kekhidmatan acara semakin terasa dengan kehadiran jajaran Forkopimcam Bandung, yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil. Menariknya, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Bandung turut hadir, menunjukkan solidaritas yang kuat antar-pemangku kebijakan di tingkat akar rumput.
”Kehadiran rekan-rekan Kades se-Kecamatan ini adalah bentuk dukungan moral bagi Ibu Atik Susanti dalam mengemban amanah baru ini,” ungkap salah satu tamu undangan.
Harapan Baru Masyarakat Gandong
Pelantikan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian ucapan selamat. Dengan dilantiknya Atik Susanti, masyarakat Desa Gandong menaruh harapan besar pada peningkatan tata kelola administrasi dan percepatan pembangunan fisik maupun sumber daya manusia yang sempat tertunda selama masa transisi jabatan.
( Tim-red)
