HomeIndeks

Pentas Seni Banthengan Lembu Gumarang: Lestarikan Budaya, GMDM DPW Tulungagung Sisipkan Edukasi Bahaya Narkoba

 

TULUNGAGUNG – Gelaran seni dan budaya kembali digelar di wilayah Kabupaten Tulungagung. Kali ini, Pentas Seni Banthengan Lembu Gumarang yang dipimpin oleh Bapak Eko dari Dusun Secang, Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, sukses digelar meriah dan berjalan aman. Kegiatan berlangsung di kediaman Bapak Supriyatno, Desa Ngrance,  Kecamatan Pakel,(perangkat pemdes ngrance) pada Sabtu malam (30/5/2026), mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.

 

Lebih dari sekadar pertunjukan seni tradisional, acara ini menjadi wadah kolaborasi budaya dengan penyuluhan sosial, di mana GMDM DPW Tulungagung turut hadir aktif melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat yang hadir.

 

Suasana lokasi acara tampak semarak dan padat. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tercatat sekitar 2.000 orang penonton dari berbagai kalangan hadir memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan seni banthengan yang merupakan warisan budaya daerah. Kehadiran warga menunjukkan bahwa kecintaan dan dukungan masyarakat terhadap pelestarian seni tradisional Tulungagung masih sangat kuat.

 

Dalam kegiatan ini, Tim Pengurus GMDM DPW Tulungagung hadir lengkap mendampingi jalannya acara. Hadir dalam rombongan Bapak Suharto, S.Pd (Ketua), Nur Hasyim (Wakil Ketua), Agus Sabto Bagiyo (Sekretaris), Edi Suwito (Bendahara), Feri Amirullah atau akrab disapa Gus Jabrik (Dewan Penasehat), serta para anggota Tarni dan Nuryanto.

 

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pimpinan grup seni Banthengan Lembu Gumarang, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua GMDM, Bapak Suharto, S.Pd, dan dilanjutkan oleh Dewan Penasehat GMDM, Gus Feri Amirullah. Dalam kesempatannya, Bapak Suharto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelestarian budaya sekaligus mengajak masyarakat menjauhi segala bentuk peredaran maupun penggunaan narkoba.

 

“Kegiatan seni budaya seperti ini sangat positif untuk menjaga identitas kita. Melalui momen berkumpulnya warga seperti ini, GMDM ingin memanfaatkannya untuk mengingatkan kita semua, terutama generasi muda, agar menjauhi bahaya narkoba. Jangan sampai masa depan generasi penerus rusak gara-gara barang haram tersebut,” ujar Suharto dalam sambutannya.

 

Sepanjang acara berlangsung, tim GMDM tidak hanya memantau keamanan dan kelancaran kegiatan, tetapi juga turun berinteraksi langsung dengan panitia dan penonton. Edukasi dan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba disampaikan secara santai namun tegas, agar pesan tersebut dapat diterima dan diingat baik oleh seluruh lapisan masyarakat yang hadir.

 

Pimpinan seni Banthengan Lembu Gumarang, Bapak Eko, tampak memimpin jalannya pertunjukan dengan tertib dan rapi. Penampilan seni berjalan lancar, diiringi sorak sorai penonton yang sangat antusias. Sinergi antara pelestarian budaya dan peran aktif GMDM dalam memberikan edukasi sosial menjadi nilai tambah dan warna baru dalam penyelenggaraan kegiatan seni ini.

 

Hingga acara selesai, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sukses tanpa kendala berarti. Acara ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, baik dari panitia, aparat setempat, maupun masyarakat umum.

 

Kegiatan ini membuktikan bahwa seni budaya bukan hanya sarana hiburan, namun juga media efektif untuk menyampaikan pesan-pesan positif demi terciptanya masyarakat yang sehat, aman, dan jauh dari bahaya narkoba.(red.

Exit mobile version