SD Negeri Soko Gelar Manasik Haji di Replika Jabal Noor Trenggalek ​Pengalaman Pertama di Miniatur Ka’bah, Kuatkan Pemahaman Rukun Islam

​TULUNGAGUNG, Kabarnews.net – Untuk memberikan pengalaman belajar yang konkret dan mendalam, SD Negeri Soko, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, baru-baru ini melaksanakan Outing Class Religius yang istimewa.

Puluhan siswa mengikuti kegiatan Peragaan Manasik Haji di komplek miniatur Ka’bah Jabal Noor, Kabupaten Trenggalek, pada hari Sabtu, 22 November 2025.


​Kegiatan ini merupakan upaya proaktif sekolah untuk tidak hanya mengajarkan materi secara teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis mengenai salah satu rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji.

​Tingkatkan Pemahaman Praktis dan Karakter Religius
​Kepala SD Negeri Soko, Yayuk Karnasih, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan outing class ini bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan pemahaman praktis siswa terhadap materi pelajaran mengenai haji.


​”Kami ingin agar materi tentang haji tidak hanya dipelajari secara teori di dalam kelas, tetapi juga dialami langsung. Dengan peragaan manasik haji ini, anak-anak dapat melihat, menyentuh, dan merasakan langkah-langkah ibadah haji secara urut dan benar, sehingga pengetahuan mereka lebih melekat,” ujar Yayuk Karnasih.

​Meski kegiatan manasik haji merupakan agenda rutin tahunan sekolah, Kasek Yayuk menambahkan bahwa tahun ini merupakan pengalaman pertama bagi siswa untuk melaksanakan praktik di lokasi Jabal Noor Trenggalek.

https://www.effectivegatecpm.com/giw12frds?key=fa7351e8f3a9a45dccaf5b92f65a4803

​Praktik Nyata di Miniatur Kompleks Ibadah
​Pemilihan lokasi di Jabal Noor Trenggalek dinilai sangat tepat karena menyediakan replika area ibadah haji yang lengkap, seperti miniatur Ka’bah, tempat Sa’i, hingga miniatur Arafah.
​Selama kegiatan, para siswa secara bergantian mempraktikkan seluruh rangkaian ibadah, mulai dari niat ihram, tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Safa dan Marwah, hingga tahallul (memotong rambut).

​Yayuk Karnasih berharap, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademis, tetapi juga sukses menumbuhkan karakter religius, disiplin, dan rasa cinta terhadap ajaran agama sejak dini.
​(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *