Lolos Dimakzulkan DPRD, Bupati Pati Terjaring OTT KPK

JAKARTA,Kabarnews.net- Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pati, Sudewo, pada Senin, 19 Januari 2026, telah mengguncang publik.

Peristiwa ini menjadi ironi besar mengingat Sudewo baru menjabat kurang dari satu tahun setelah dilantik pada Februari 2025.

https://www.effectivegatecpm.com/giw12frds?key=fa7351e8f3a9a45dccaf5b92f65a4803

​Berikut adalah pengembangan berita terkait situasi terkini di Pati:
​1. Detail Penangkapan dan Kasus
​KPK melakukan operasi senyap di Kabupaten Pati dan berhasil mengamankan Bupati Sudewo bersama sejumlah pihak lainnya.

Berdasarkan keterangan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kasus ini diduga terkait dengan suap pengurusan pengisian jabatan perangkat desa (Perades).

​Pihak yang Terjaring: Selain Bupati, KPK juga mengamankan dua camat (termasuk Camat Jaken), tiga kepala desa, dan dua calon perangkat desa.

​Barang Bukti: Tim KPK dilaporkan menyita uang tunai dalam jumlah besar yang dikemas dalam dua koper, dengan nilai taksiran mencapai miliaran rupiah.

​Modus Operandi: Sudewo diduga mematok harga untuk posisi strategis di tingkat desa, seperti Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Urusan (Kaur), dan Kepala Seksi (Kasi).

​ Antara “Tangis” dan “Tawa” Rakyat Pati

​Pertanyaan apakah rakyat Pati menangis atau tertawa dijawab oleh dinamika sosial yang terjadi selama setahun terakhir:

​Rasa Puas ( “Tertawa” ): Sebagian masyarakat, terutama yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, mungkin merasakan ini sebagai bentuk keadilan.

Sebelumnya, pada September 2025, ratusan warga sempat menggeruduk Gedung KPK di Jakarta meminta Sudewo ditangkap. Mereka juga sempat melakukan demo besar-besaran terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250% yang dinilai sangat mencekik.

​Rasa Prihatin ( “Menangis” ): Di sisi lain, tertangkapnya bupati adalah tamparan keras bagi wibawa Kabupaten Pati.

Masyarakat yang berharap pada stabilitas pembangunan pasca-pilkada kini harus menghadapi ketidakpastian administratif. Terlebih lagi, penangkapan ini terjadi saat beberapa wilayah di Pati dikabarkan sedang mengalami bencana banjir.

​ Nasib di Ujung Tanduk: Lolos dari DPRD, Tak Lolos dari KPK

​Dulu, Sudewo sempat menghadapi upaya pemakzulan melalui Panitia Khusus (Pansus) di DPRD Pati pada November 2025 akibat gelombang protes warga. Namun, saat itu ia berhasil lolos dan tetap menduduki kursinya.
​Kini, situasinya berbeda.

Menghadapi OTT KPK, “benteng” politik di legislatif biasanya tidak lagi sakti. Sudewo telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK Jakarta pada Selasa (20/1/2026) setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan awal selama hampir 24 jam di Polres Kudus.
( Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *