Laju Pemulihan Jalur Trenggalek-Ponorogo: Wagub Jatim Pantau Evakuasi Longsor Desa Nglinggis

​TRENGGALEK (Kabar News Net) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau langsung progres penanganan material longsor yang melumpuhkan jalur nasional Trenggalek-Ponorogo, tepatnya di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Kamis (5/3/2026) sore.

​Tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, Wagub Emil memantau proses evakuasi bongkahan batu raksasa yang sempat menutup total akses utama antar-kabupaten tersebut. Dalam arahannya, Emil menekankan bahwa aspek keselamatan kerja adalah prioritas mutlak mengingat kondisi alam yang masih labil.

https://www.effectivegatecpm.com/giw12frds?key=fa7351e8f3a9a45dccaf5b92f65a4803

​“Kehati-hatian menjadi kunci utama dalam penanganan di lokasi ini, terutama karena kondisi tebing masih berisiko. Semua proses harus memerhatikan keselamatan petugas dan potensi longsor lanjutan,” tegas Emil Dardak di sela peninjauan.

​Update Penanganan Material Batu
​Hingga saat ini, tim gabungan di lapangan telah mencatat beberapa kemajuan signifikan:
​Pembersihan Jalur: Satu batu besar yang menutup badan jalan telah berhasil dipecah dan disingkirkan menggunakan alat berat.

​Mitigasi Tebing: Satu batu raksasa lainnya yang sempat menggantung dalam posisi membahayakan di sisi tebing juga telah berhasil dievakuasi oleh tim teknis.

​Dampak Infrastruktur: Meski jalur mulai terbuka, benturan material batu mengakibatkan kerusakan pada permukaan aspal jalan.
​Evaluasi Struktur: Efektivitas Tembok Penahan 2017
​Dalam tinjauan teknisnya, Emil menyebutkan bahwa sekitar 50 persen struktur jalan di titik tersebut mengalami kerusakan. Namun, ia memberikan catatan positif terhadap infrastruktur mitigasi yang sudah ada.
​Tembok penahan (retaining wall) yang dibangun pada tahun 2017—saat Emil menjabat sebagai Bupati Trenggalek—terbukti menjadi penyelamat krusial.

​“Tembok penahan tersebut terbukti cukup efektif menahan dampak longsoran. Ada bagian yang terdampak, tetapi strukturnya tetap kokoh sehingga perbaikannya cukup dengan penambalan (patching), tidak perlu pembongkaran total,” jelasnya.

​Kolaborasi Lintas Sektor
​Penanganan darurat ini tidak hanya melibatkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum, tetapi juga dukungan analisis dari:
​BPBD Kabupaten Trenggalek: Untuk manajemen kebencanaan dan koordinasi di lapangan.
​Tim Ahli Geologi ITS: Memberikan dukungan analisis teknis terkait pergerakan tanah.
​Berdasarkan analisis awal, titik longsor ini diidentifikasi sebagai bagian dari mahkota longsor (crown), yakni area puncak pergerakan tanah yang memiliki potensi pemicu longsoran berikutnya jika tidak ditangani dengan struktur drainase dan penguatan yang tepat.

​Hingga berita ini diturunkan, alat berat dengan jangkauan panjang masih disiagakan di lokasi untuk membersihkan sisa material serta memastikan dinding penahan memiliki kapasitas maksimal dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem mendatang.

(Shol)

Editor: Tim-red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *