Kades Ngebong Diduga Ancam Bakar Alat Pertanian, Pemilik Jonder Bakal Tempuh Jalur Hukum

​TULUNGAGUNG,Kabarnews.net – Jagat media sosial di Tulungagung dihebohkan dengan beredarnya video dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades) Ngebong terhadap pekerja tani. Tak main-main, ancaman yang dilontarkan diduga berupa pembakaran satu unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis Jonder.

​Kronologi Kejadian
​Pemilik Jonder berinisial S, warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel, akhirnya angkat bicara terkait insiden yang menimpa pekerjanya. Saat ditemui di kediamannya, S mengungkapkan rasa kecewanya atas tindakan arogan oknum pejabat desa tersebut.

https://www.effectivegatecpm.com/giw12frds?key=fa7351e8f3a9a45dccaf5b92f65a4803

​Menurut S, peristiwa bermula saat pekerjanya sedang menggarap lahan sawah atas permintaan warga setempat. Pekerjaan tersebut diklaim telah melalui kesepakatan sebelumnya antara pemilik lahan dan penyedia jasa Jonder.

​”Pekerja saya hanya menjalankan tugas sesuai permintaan warga. Namun, tiba-tiba didatangi dan diintimidasi agar segera menghentikan pekerjaan dan keluar dari area sawah,” ujar S kepada awak media.
Sabtu,17/1/2025
​Ancaman Pembakaran dan Perlakuan Tak Manusiawi
​Hal yang membuat S meradang adalah adanya ancaman fisik terhadap aset miliknya. Dalam vidio yang beredar, diduga kuat sang Kades mengancam akan membakar unit Jonder tersebut jika perintahnya untuk mengosongkan lahan tidak segera ditaati.

​”Saya sangat menyayangkan sikap kasar tersebut. Jika memang ada masalah, bisa dibicarakan baik-baik, bukan dengan cara tidak manusiawi apalagi sampai mengancam akan membakar alat kerja kami,” tegasnya.

​Upaya Hukum ke APH
​Merasa dirugikan dan demi menjaga keselamatan para pekerjanya di kemudian hari, S menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Ia berencana melaporkan insiden ini ke Aparat Penegak Hukum (APH) dalam waktu dekat.

​”Kami butuh keadilan dan kepastian hukum. Tindakan intimidasi seperti ini tidak boleh dibiarkan karena mencederai rasa aman warga yang sedang bekerja,” tambah S.

​Konfirmasi Pihak Terkait
​Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Ngebong belum memberikan keterangan resmi. Upaya klarifikasi yang dilakukan awak media melalui:
​Pesan WhatsApp: Belum mendapatkan respon.
​Kunjungan Fisik: Awak media sudah mendatangi kediaman sang Kades, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat atau enggan menemui.

​Persoalan ini kini tengah menjadi sorotan publik, menanti bagaimana tanggapan dari pihak kecamatan maupun kepolisian setempat terkait dugaan aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum pelayan publik.
( Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *