TULUNGAGUNG,Kabarnews.net – Jagat media sosial di Tulungagung dihebohkan dengan beredarnya video dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades) Ngebong terhadap pekerja tani. Tak main-main, ancaman yang dilontarkan diduga berupa pembakaran satu unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis Jonder.
Kronologi Kejadian
Pemilik Jonder berinisial S, warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel, akhirnya angkat bicara terkait insiden yang menimpa pekerjanya. Saat ditemui di kediamannya, S mengungkapkan rasa kecewanya atas tindakan arogan oknum pejabat desa tersebut.
Menurut S, peristiwa bermula saat pekerjanya sedang menggarap lahan sawah atas permintaan warga setempat. Pekerjaan tersebut diklaim telah melalui kesepakatan sebelumnya antara pemilik lahan dan penyedia jasa Jonder.
”Pekerja saya hanya menjalankan tugas sesuai permintaan warga. Namun, tiba-tiba didatangi dan diintimidasi agar segera menghentikan pekerjaan dan keluar dari area sawah,” ujar S kepada awak media.
Sabtu,17/1/2025
Ancaman Pembakaran dan Perlakuan Tak Manusiawi
Hal yang membuat S meradang adalah adanya ancaman fisik terhadap aset miliknya. Dalam vidio yang beredar, diduga kuat sang Kades mengancam akan membakar unit Jonder tersebut jika perintahnya untuk mengosongkan lahan tidak segera ditaati.
”Saya sangat menyayangkan sikap kasar tersebut. Jika memang ada masalah, bisa dibicarakan baik-baik, bukan dengan cara tidak manusiawi apalagi sampai mengancam akan membakar alat kerja kami,” tegasnya.
Upaya Hukum ke APH
Merasa dirugikan dan demi menjaga keselamatan para pekerjanya di kemudian hari, S menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Ia berencana melaporkan insiden ini ke Aparat Penegak Hukum (APH) dalam waktu dekat.
”Kami butuh keadilan dan kepastian hukum. Tindakan intimidasi seperti ini tidak boleh dibiarkan karena mencederai rasa aman warga yang sedang bekerja,” tambah S.
Konfirmasi Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Ngebong belum memberikan keterangan resmi. Upaya klarifikasi yang dilakukan awak media melalui:
Pesan WhatsApp: Belum mendapatkan respon.
Kunjungan Fisik: Awak media sudah mendatangi kediaman sang Kades, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat atau enggan menemui.
Persoalan ini kini tengah menjadi sorotan publik, menanti bagaimana tanggapan dari pihak kecamatan maupun kepolisian setempat terkait dugaan aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum pelayan publik.
( Tim)










