FFokusPenggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026” di Desa Nglampir, Kecamatan Bandung, Kabupaten TulungagungKabarnews.netTulingagung-
📰 Desa Nglampir Alokasikan Rp 298 Juta untuk 8 Program Strategis 2026: Prioritas pada Ketahanan Pangan, Stunting, dan Digitalisasi
Tulungagung, 4 Juni 2026 – Pemerintah Desa Nglampir, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, resmi mengumumkan alokasi penggunaan dana desa tahun anggaran 2026 sebesar Rp 298.336.000, yang difokuskan pada delapan bidang prioritas melalui sistem tagging kegiatan. Pengumuman ini dipajang secara terbuka di papan informasi strategis sebagai wujud komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan desa.
Kepala Desa Nglampir ,Subandi lmenyatakan bahwa penyusunan prioritas dilakukan melalui musyawarah desa (musdes) dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda, perempuan, kelompok tani, dan perwakilan UMKM.
“Dana desa bukan hanya angka di atas kertas. Ini adalah amanah rakyat. Setiap rupiah harus memberi dampak nyata — dari pencegahan stunting hingga pembangunan ekonomi lokal,” ujar Kepala Desa Subandidalam keterangan tertulis yang terpampang di papan informasi.
💡 Delapan Tagging Kegiatan Utama Dana Desa 2026
1. Stunting – Rp 53.046.000
Program pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama, mencakup:
– Penyediaan makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil, balita, dan lansia
– Pelatihan kader kesehatan dan posyandu
– Sosialisasi gizi seimbang dan pola asuh anak
Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap generasi sehat dan berkualitas sejak dini.
2. **Ketahanan Pangan – Rp 145.562.000 (Terbesar)
Alokasi terbesar dialokasikan untuk ketahanan pangan, meliputi:
– Pengembangan lumbung pangan desa
– Bantuan bibit dan pupuk untuk petani
– Pembangunan infrastruktur pendukung pertanian (jalan usaha tani, irigasi sederhana)
– Pendampingan kelompok tani dan koperasi pangan
Tujuannya: mengurangi ketergantungan pada pasokan luar, meningkatkan pendapatan petani, dan menjamin ketersediaan pangan lokal sepanjang tahun.
3. Pengentasan Kemiskinan Ekstrem – Rp 19.200.000
Bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan sosial lainnya diberikan kepada keluarga miskin ekstrem, dengan target penurunan jumlah penerima manfaat secara bertahap melalui pendampingan ekonomi produktif.
4. Operasional Pemerintahan Desa Umum – Rp 420.000
Angka yang sangat kecil ini mencerminkan efisiensi birokrasi. Dana ini digunakan untuk kebutuhan administrasi dasar seperti ATK, konsumsi rapat, dan dokumentasi — tanpa menghamburkan anggaran untuk hal-hal non-produktif.
5. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia – Rp 16.550.000
Meliputi pelatihan keterampilan, beasiswa pendidikan, dan program literasi digital bagi warga. Fokus pada peningkatan kapasitas manusia agar mampu bersaing di era modern.
6. Penguatan Keterlibatan Masyarakat – Rp 30.808.000
Dana ini digunakan untuk memfasilitasi partisipasi aktif warga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program desa. Termasuk:
– Musyawarah desa rutin
– Forum komunikasi warga
– Relawan desa dan gotong royong
Ini adalah langkah konkret menuju demokrasi partisipatif di tingkat desa.
7. Digitalisasi Desa – Rp 29.150.000
Langkah maju menuju “Desa Cerdas” (Smart Village), mencakup:
– Pengembangan website desa dan domain hosting
– Instalasi WiFi gratis di balai desa dan fasilitas








