- FJTT ke-32 Masuk KEN 2026: Novita Hardini Tegaskan Jaranan Bukan Sekadar Pertunjukan, Melainkan Warisan SejarahTRENGGALEKKANARNEWS.NET — Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) memasuki babak bersejarah saat perhelatan ke-30 ini resmi masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, kalender acara strategis yang ditetapkan Kementerian Pariwisata. Pengakuan ini menjadi bukti konsistensi masyarakat, seniman, budayawan, serta Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam merawat kesenian jaranan selama tiga dekade.
Dalam pembukaan festival yang digelar Minggu (20/9/2026), Anggota DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, SE., ME., menyampaikan pemaknaan mendalam tentang jaranan yang tak sekadar pertunjukan semata.
“Jaranan bukan sekadar sebuah pertunjukan. Dalam semua geraknya ada sebuah cerita, di dalam setiap iramanya ada perjalanan, dan di dalam setiap pertunjukannya ada semangat masyarakat untuk menjaga warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Novita.
Ia menegaskan, keberagaman jenis jaranan yang tumbuh di Trenggalek tidak perlu dipertentangkan, melainkan dipertemukan dalam satu ruang festival sebagai kekayaan bersama. Keberhasilan FJTT masuk ke KEN 2026, menurutnya, adalah buah perjuangan panjang para seniman dan budayawan yang aspirasi-nya terus disuarakan hingga didengar pusat.
Bagi Novita, ukuran keberhasilan festival bukan terletak pada siapa yang tampil atau siapa yang menjadi juara, melainkan pada persaudaraan yang terjalin serta nilai luhur yang terus diwariskan. FJTT harus menjadi wadah yang memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga kelestarian identitas daerah.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak hanya menyelenggarakan acara, tetapi memperkuat ekosistem kesenian — mulai dari dukungan kepada seniman hingga membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk meneruskan tradisi ini.
“Mari kita jadikan jaranan sebagai kebanggaan bersama. Kita rawat budayanya, kita dukung para senimannya, dan kita beri ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk meneruskannya,” ajaknya.
Novita pun menyampaikan gagasan besar agar Trenggalek kelima berkembang menjadi pusat jaranan dunia.
Sementara itu, Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata, Raden Wisnu Sindhutrisno, turut membenarkan masuknya FJTT ke KEN 2026 sebagai bentuk pengakuan resmi atas konsistensi penyelenggaraan selama 30 tahun. Kekuatan FJTT, katanya, terletak pada keaslian budaya lokal yang tidak mudah ditiru daerah lain.
“Jaranan ini memberi Trenggalek identitas yang khas dan unik. Dan ini tidak mudah ditiru destinasi lain,” ungkap Wisnu.
Lebih lanjut, Wisnu menekankan bahwa event berbasis budaya menjadi alasan utama wisatawan berkunjung ke suatu daerah pada waktu tertentu, bukan sekadar saat musim liburan tiba. Dengan status KEN 2026, FJTT kini memiliki peluang promosi nasional yang lebih luas, diharapkan mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Tantangan ke depan, lanjut Wisnu, bukan hanya menjaga kelangsungan festival, melainkan memastikan jaranan tetap hidup di tengah masyarakat, terus tumbuh regenerasi pelaku seni, dan kian dicintai oleh generasi muda.( Lgengtim-red)








